Sowan Sewon

PSDI NEWS, (1 September 2008) Sebuah perhelatan yang menampilkan kolaborasi Musik dan Tari sukses digelar di Plasa Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta, Sabtu malam, 30 Agustus 2008 kemarin. Acara yang berjudul Sowan Sewon ini merupakan bagian dari rangkaian acara Forum Komunikasi Seni (FKS) ISI Yogyakarta. Menurut Drs. Ismael Setiawan, MM, selaku ketua panitia, FKS sendiri sebenarnya telah ada sejak beberapa tahun yang lalu, namun karena sesuatu sebab, FKS di tahun-tahun belakangan ini mengalami kevakuman aktivitas. Untuk tahun ini, rencananya selain pertunjukan Sowan Sewon, juga akan digelar Pameran Seni Rupa berskala nasional dan internasional.

Sowan Sewon sendiri merupakan sebuah aktivitas berkesenian yang lebih mengedepankan seni pertunjukan. Beberapa pengisi acara yang terlibat adalah Ethnic Percussion dari Jurusan Etnomusikologi ISI Yogyakarta, Tari Mulat Candrika dari Jurusan Tari ISI Yogyakarta, Tari Indonesia Bergetar dari Jurusan Tari ISI Surakarta, dan Jazz Gladiator Gunung oleh Tanto Mendut, serta Acapella Mataraman.

Share and Enjoy:
  • Print this article!
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Turn this article into a PDF!

2 Responses to “Sowan Sewon”

  1. waw design says:

    anda butuh website “saya bisa bantu memvisualisasikan ide anda lewat website…join us…..7175719/081803319195

  2. Nuwun agunging sih samudra pangarsami. Kepanggihan malih kalian comment kulo.
    Aneh, kedua telapak tangan ini selalu ingin bertepuk, bila ingat pagelaran termegah dari yg prnah aq saksikan di bumi persada sewon tgl 30 agts silam itu. Dengan penuh tabik, salutku buat BID ISI. Tidak kepalang tanggung bahkan gemuruh sorai itu msih terngiang diantara talu tadarusan dr corong2 masjid spanjang bulan suci ini.
    Kiranya telah datang masa dimana plasa seni rupa khususnya dan seantero ISI umumnya benar2 menjadi ruang publik faktual. Mulai terjadi metamorfosa ‘aku’ menjadi ‘kita’. ‘Kita’ yg sama2 mengecap lezatnya air susu bunda saraswati.
    Pagelaran seni yg reformis dlm hematku. Aku rasa moment kebangkitan buat semua kalangan. Sebuah ikhwal yg semoga saja tidak terkontaminasi kepentingan utk meng-komodifikasi ruang publik. Semoga pula apa kata Habermas menemu relevansinya, dimana segala persoalan bisa pula qt bicarakan tanpa kendala di situ. Asal tidak terjebak pada blunder aksi2 permisif saja.
    Pokoknya acungan 2 jempol buat BID ISI. dan mari kita ‘organik’kan plasa FSR menjadi ekosistem civitas akademika ISI Yk, yg trbuka pula bagi alam sosial budaya masyarakat jogja, bangsa Indonesia bahkan warga dunia seperti harapan kita semua.

Leave a Response